Perbankansyariah.umsida.ac.id– Penelitian yang dilakukan oleh Cindy Cintania Amarta dan Fitri Nur Latifah dari Program Studi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini mengungkapkan pentingnya pemahaman masyarakat tentang literasi keuangan dan kesiapan mereka dalam mengadopsi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Baca Juga: Hisbah Jadi Cermin Pengawasan Ekonomi Syariah di Era Modern
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap tantangan yang dihadapi dalam penggunaan CBDC.
Berdasarkan data yang diperoleh dari 100 responden yang terdiri dari generasi milenial dan Gen Z di wilayah Sidoarjo, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan masyarakat untuk menggunakan CBDC. Ini menunjukkan bahwa masyarakat yang lebih memahami literasi keuangan cenderung lebih siap dalam menghadapi tantangan penggunaan mata uang digital ini.
Sementara itu, kesiapan digital masyarakat juga memainkan peranan penting dalam hal adopsi CBDC. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital dan penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone, kesiapan digital masyarakat dalam hal akses internet dan gadget sangat mempengaruhi penggunaan CBDC. Penelitian ini menekankan bahwa untuk memfasilitasi implementasi CBDC, diperlukan peningkatan literasi keuangan serta kesiapan digital yang merata di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam uji statistik yang dilakukan, ditemukan bahwa baik literasi keuangan maupun kesiapan digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan CBDC. Hasil ini memberikan gambaran bahwa sebelum penerapan CBDC secara luas, penting bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan digital dan memastikan akses yang lebih luas terhadap teknologi yang mendukung penggunaan CBDC.
Baca Juga: Kaprodi S2 MPI Umsida : Workshop Kurikulum Merdeka Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang kebijakan yang mendukung inklusi keuangan digital di Indonesia.
Tentang CBDC
Central Bank Digital Currency (CBDC) adalah bentuk mata uang digital yang diterbitkan dan dikendalikan oleh bank sentral, berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah dan menggantikan uang tunai fisik. Dalam konteks Indonesia, implementasi CBDC diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sistem pembayaran dan memperkuat kebijakan moneter.
Sumber:







