Perbankansyariah.umsida.ac.id – Krisis lingkungan hari ini tidak muncul secara tiba-tiba. Kerusakan alam menjadi tanda perubahan perilaku manusia. Eksploitasi sumber daya terus mengganggu keseimbangan bumi. Dampaknya dirasakan melalui perubahan iklim global. Di balik persoalan tersebut, terdapat dimensi moral dan spiritual. Islam memandang hubungan manusia dengan alam sangat penting. Al-Qur’an memberikan panduan tentang menjaga keseimbangan lingkungan. Melalui...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Perubahan iklim kini menjadi ancaman besar bagi kehidupan manusia. Suhu bumi meningkat dan cuaca semakin tidak menentu. Fenomena ini tidak hanya berbicara tentang sains. Krisis iklim juga menyentuh persoalan etika, moral, dan spiritual manusia. Di tengah tantangan tersebut, sebuah penelitian menghadirkan sudut pandang berbeda. Penelitian berjudul “Eco-Theology in Islamic Education: Quranic Perspectives on...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Bank syariah Indonesia sedang menghadapi persimpangan penting. Pilihannya bukan lagi sekadar memperbesar pasar domestik. Industri perlu menentukan keberanian memasuki panggung keuangan Islam global. Pusat Finansial Internasional Indonesia atau PFII membuka peluang tersebut. Kehadirannya dapat mengubah orientasi industri keuangan syariah nasional. Bank syariah berpeluang melampaui fungsi komersial domestiknya. Mereka dapat berkembang menjadi institusi keuangan...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Persaingan perbankan kini memasuki babak yang semakin menantang. Bukan hanya kredit yang menjadi medan persaingan utama. Perebutan dana masyarakat juga semakin menentukan kekuatan sebuah bank. Tekanan tersebut terlihat dari kondisi likuiditas perbankan nasional. Loan to Deposit Ratio atau LDR terus mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 84 persen pada akhir 2025. Pada Juni 2026, angkanya...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Stabilitas rupiah memang harus dijaga. Namun, kebijakan tersebut membawa konsekuensi bagi industri perbankan. BI Rate mengalami kenaikan cukup tajam dalam dua bulan. Kenaikannya mencapai 100 basis poin selama periode tersebut. Tingkatnya bergerak dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen. BI kemudian mempertahankan tingkat tersebut pada 5,75 persen. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Inovasi menjadi kebutuhan bagi industri perbankan syariah agar mampu menjawab tantangan zaman. Namun, setiap inovasi tetap harus berpijak pada prinsip-prinsip syariah yang menjadi fondasinya. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah Gold To Baitullah (GTB) milik Bank Syariah Indonesia (BSI), yang menggabungkan pembiayaan emas dengan persiapan dana haji melalui dua akad sekaligus, yaitu...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Menunaikan ibadah haji menjadi impian banyak umat Islam. Namun, meningkatnya biaya penyelenggaraan haji sering kali menjadi tantangan bagi masyarakat dalam mempersiapkan dana keberangkatan. Kondisi ini mendorong lahirnya berbagai inovasi keuangan syariah, salah satunya Gold To Baitullah (GTB) milik Bank Syariah Indonesia (BSI) yang menawarkan skema cicil emas sebagai langkah mempersiapkan biaya haji. Inovasi...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Emas sejak lama memiliki posisi istimewa dalam kehidupan masyarakat. Ia tidak hanya dipakai sebagai perhiasan, tetapi juga dikenal sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan instrumen investasi. Dalam konteks keuangan syariah modern, posisi emas menjadi semakin menarik karena digunakan dalam berbagai produk, mulai dari tabungan emas, cicilan emas, gadai emas, hingga pembiayaan berbasis ibadah....Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Pelemahan rupiah tidak hanya dapat dibaca sebagai pergerakan angka di layar pasar uang. Di balik naik turunnya nilai tukar, ada persoalan yang lebih dalam, yaitu kepercayaan publik dan investor terhadap kondisi ekonomi. Ketika rupiah melemah, masyarakat mulai khawatir terhadap harga barang, biaya impor, cicilan, hingga stabilitas usaha. Investor pun membaca kondisi tersebut sebagai...Read More
Perbankansyariah.umsida.ac.id – Pelemahan rupiah tidak hanya menjadi isu besar di ruang ekonomi nasional. Dampaknya juga terasa sampai ke dapur rumah tangga, warung kecil, pedagang pasar, hingga pelaku usaha mikro di desa. Ketika nilai tukar melemah, harga bahan baku, kebutuhan harian, dan barang konsumsi berpotensi ikut naik. Akibatnya, masyarakat harus mengatur ulang pengeluaran, sementara pelaku usaha...Read More
Recent Comments