Al-Qur’an dan Krisis Iklim: Kajian Ilmiah Dosen PBS Umsida

Perbankansyariah.umsida.ac.id – Perubahan iklim kini menjadi ancaman besar bagi kehidupan manusia. Suhu bumi meningkat dan cuaca semakin tidak menentu.

Fenomena ini tidak hanya berbicara tentang sains. Krisis iklim juga menyentuh persoalan etika, moral, dan spiritual manusia.

Di tengah tantangan tersebut, sebuah penelitian menghadirkan sudut pandang berbeda. Penelitian berjudul “Eco-Theology in Islamic Education: Quranic Perspectives on Climate Change and Its Pedagogical Implications” mengkaji hubungan ajaran Al-Qur’an dengan isu perubahan iklim.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Masruchin, SHI., MEI., dosen Program Studi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo bersama peneliti lainnya.

Kajian ini menyoroti bagaimana Al-Qur’an memberikan dasar nilai tentang menjaga keseimbangan alam.

Baca juga: Fajar Baru Moneter: Langkah Destry Damayanti di Mata Industri Perbankan

Al-Qur’an dan Pesan Keseimbangan Alam
Sumber: Ilustrasi AI

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa istilah perubahan iklim tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an.

Namun, prinsip mengenai keseimbangan alam telah banyak dijelaskan melalui berbagai ayat.

Salah satu konsep utama yang dikaji adalah mīzān. Konsep ini menggambarkan keseimbangan dan keteraturan dalam penciptaan alam.

Alam dipandang sebagai sistem yang harmonis dan saling berkaitan. Al-Qur’an menggambarkan bahwa seluruh ciptaan Allah berjalan dalam keteraturan.

Setiap unsur memiliki fungsi dalam menjaga keberlangsungan kehidupan. Ketika keseimbangan tersebut terganggu, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh makhluk.

Penelitian ini melihat perubahan iklim sebagai salah satu bentuk terganggunya keseimbangan ekologis.

Gangguan tersebut dapat terjadi akibat berbagai aktivitas manusia yang melampaui batas. Perspektif ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya persoalan teknologi.

Krisis iklim juga berkaitan dengan bagaimana manusia memahami tanggung jawabnya terhadap bumi.

Lihat juga: PFII Buka Jalan Bank Syariah Indonesia Naik Kelas Menjadi Pemain Global

Manusia sebagai Khalifah Penjaga Bumi

Dalam pandangan Islam, manusia memiliki peran sebagai khalifah di bumi. Peran tersebut bukan sekadar memiliki kekuasaan terhadap alam.

Manusia juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya. Penelitian ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan perhatian besar terhadap hubungan manusia dan lingkungan.

Alam bukan hanya sumber pemanfaatan, tetapi juga amanah yang harus dijaga.

Konsep khalifah menempatkan manusia sebagai penjaga keseimbangan kehidupan.

Setiap tindakan terhadap lingkungan memiliki konsekuensi moral dan spiritual.

Penelitian ini juga mengangkat konsep fasād atau kerusakan. Konsep tersebut menggambarkan tindakan manusia yang menyebabkan ketidakteraturan dan kerusakan lingkungan.

Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan manusia tentang perilaku berlebihan atau isrāf.

Sikap konsumtif yang melampaui batas dapat berkontribusi terhadap kerusakan alam.

Membangun Kesadaran Ekologi melalui Nilai Islam

Kajian ini tidak berhenti pada pemahaman teologis. Penelitian tersebut juga melihat pentingnya pendidikan Islam dalam membangun kepedulian lingkungan.

Nilai ekologis dalam Al-Qur’an dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Islam.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui kajian akidah, akhlak, fikih, dan tafsir.

Pendidikan Islam diharapkan tidak hanya membentuk manusia yang memahami ibadah.

Pendidikan juga perlu melahirkan manusia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Kesadaran menjaga bumi dapat menjadi bagian dari praktik nilai keislaman. Merawat alam menjadi bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah.

Melalui pendekatan ini, Islam menawarkan cara pandang bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah.

Krisis iklim akhirnya tidak hanya dipahami sebagai ancaman global. Krisis iklim juga menjadi pengingat tentang pentingnya kembali menjaga keseimbangan.

Sebab, bumi yang harmonis membutuhkan manusia yang mampu menjalankan amanahnya.

Penelitian Masruchin bersama tim memberikan gambaran bahwa nilai Al-Qur’an tetap relevan menghadapi persoalan modern.

Pesan tentang keseimbangan alam menjadi refleksi penting bagi manusia saat menghadapi perubahan iklim.

Sumber Jurnal: Eco-Theology in Islamic Education: Quranic Perspectives on Climate Change and Its Pedagogical Implications

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Dosen PBS Umsida Ungkap Pesan Al-Qur’an tentang Gaya Hidup Berlebihan Krisis Iklim
September 5, 2026By
PFII Buka Jalan Bank Syariah Indonesia Naik Kelas Menjadi Pemain Global
August 26, 2026By
Likuiditas Bank Syariah Makin Ketat, BSI Perlu Memperkuat Strategi Dana Murah
August 21, 2026By
Menjaga Rupiah, Menekan Margin? BI Rate Tinggi Jadi Tantangan Bank Syariah
August 16, 2026By
Murabahah dan Rahn dalam Gold To Baitullah: Inovasi Syariah atau Multiakad yang Masih Diperdebatkan?
August 6, 2026By
Gold To Baitullah BSI, Solusi Menabung Haji Lewat Emas atau Masih Perlu Dikaji?
July 27, 2026By
Ketika Emas Tak Lagi Sekadar Uang, Bagaimana Hukum Cicilan Syariah?
July 22, 2026By
Rupiah Bergejolak, Perbankan Syariah Perlu Menjaga Kepercayaan Publik
July 17, 2026By

Prestasi

hibah-risetmu
Dosen Perbankan Syariah Raih Hibah Risetmu Batch IX 2026 Kembangkan Riset Digitalisasi Bisnis Ibu Aisyiyah
November 18, 2025By
Azifatul Hanna Raih Yudisium Terbaik Prodi Perbankan Syariah Umsida ke-45 dengan IPK 3,91
July 21, 2025By
Kaprodi Perbankan Syariah Umsida Tunjukkan Komitmen dalam Penelitian di RisetMu Batch VIII
December 13, 2024By
Sesuai Target, Mahasiswa Ikom Sabet Tiga Medali Emas Cabor Renang Pada Pomprov Jatim 2023
July 23, 2023By
Seimbangnya Pengetahuan dan Skill Menjadi Kunci Mahasiswa Ikom Dalam Meraih Juara Pada PILMAPRES PTMA
April 15, 2023By
Battle of Agencies Berakhir, Selamat Kepada Para Pemenang!
March 6, 2023By
Top! Lagi Lagi Mahasiswa Ikom Borong Medali Juara Dalam Kejuaraan Karate Nasional
February 20, 2023By
Selamat! Mahasiswa Ikom Umsida Raih 3 Medali Dalam Kejuaraan Renang Tingkat Nasional
February 7, 2023By