Pegadaian Syariah di Tengah Digitalisasi, Peluang Inklusi Keuangan dan Tantangan Literasi

Perbankansyariah.umsida.ac.id – Transformasi digital mendorong Pegadaian Syariah beradaptasi agar layanan keuangan syariah semakin mudah diakses masyarakat.

Baca Juga: Tren AI dan Machine Learning Pada Mobile Banking

Di Indonesia, digitalisasi membuka peluang memperluas jangkauan layanan hingga daerah terpencil, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat pembiayaan produktif untuk UMKM. Namun, proses ini juga menghadirkan tantangan besar, mulai dari literasi digital yang masih rendah, kendala regulasi, hingga persaingan dengan lembaga keuangan konvensional yang lebih dulu mapan di ekosistem digital.

Catatan tersebut disorot dalam artikel ilmiah terbitan WELFARE Journal of Islamic Economics and Finance (Juni 2025) yang membahas bagaimana Pegadaian Syariah menjaga prinsip syariah sekaligus meningkatkan inklusi keuangan melalui inovasi digital. Artikel itu juga menyebut, minat masyarakat terhadap layanan pegadaian syariah tercermin dari keberadaan unit layanan yang terus berkembang di Indonesia, dengan angka 83 Pegadaian Syariah per tahun 2023 (mengacu pada data OJK yang dikutip penulis).

Tantangan Literasi Digital dan Regulasi

Di lapangan, kendala paling nyata adalah kemampuan digital masyarakat yang belum merata. Rendahnya literasi digital membuat integrasi layanan Pegadaian Syariah berbasis aplikasi belum optimal, terutama pada segmen pengguna yang belum terbiasa bertransaksi melalui gawai. Dalam artikel tersebut, layanan aplikasi disebut sebagai “aplikasi Pegadaian Syariah digital, yang dirancang untuk mempermudah dalam bertransaksi”, tetapi efektivitasnya masih dapat terhambat ketika pemahaman pengguna terhadap fitur digital terbatas.

Selain itu, regulasi menjadi simpul penting yang menentukan cepat-lambatnya pertumbuhan pegadaian syariah digital. Artikel ini menekankan bahwa kerangka aturan sering kali belum sepenuhnya siap mengikuti laju inovasi, sementara aspek kepatuhan syariah harus tetap terjaga ketika proses transaksi berpindah ke kanal digital. Tantangan lain datang dari persaingan: lembaga keuangan konvensional dan layanan digital yang sudah memiliki pangsa pasar luas membuat Pegadaian Syariah perlu bekerja lebih keras membangun kredibilitas dan kepercayaan publik.

Peluang Akses UMKM dan Tabungan Emas

Di sisi lain, peluang Pegadaian Syariah pada era digital dinilai sangat besar, terutama untuk memperluas inklusi keuangan. Artikel tersebut menautkan peluang ini pada peran Pegadaian Syariah dalam pemberdayaan UMKM, termasuk melalui pembiayaan produktif. Dalam konteks ini, digitalisasi dapat memangkas hambatan jarak dan waktu: nasabah tidak harus selalu datang ke kantor untuk sekadar bertanya layanan, mengecek informasi produk, atau melakukan transaksi yang tersedia di aplikasi.

Artikel juga mengulas momen penting ketika layanan aplikasi Pegadaian Syariah Digital diluncurkan di Play Store pada Oktober 2018, yang diharapkan membantu nasabah bertransaksi melalui smartphone. Fitur yang disorot meliputi informasi produk, pengajuan pembiayaan, pembukaan rekening tabungan emas, hingga pembayaran. Dari sudut pandang layanan keuangan syariah, tabungan emas dan investasi emas online juga disebut sebagai kanal yang relevan bagi generasi muda untuk menyiapkan rencana keuangan masa depan, meski tetap ada catatan kehati-hatian terkait dinamika harga emas dan mekanisme pencetakan jika ingin menarik emas fisik.

Strategi Kolaborasi dan Edukasi Keuangan Syariah

Agar peluang digitalisasi tidak berhenti sebagai “fitur”, artikel menekankan pentingnya strategi yang lebih menyeluruh. Dua kunci yang ditekankan adalah edukasi dan penguatan ekosistem. Edukasi dibutuhkan untuk meningkatkan literasi digital sekaligus literasi keuangan syariah, misalnya melalui sosialisasi penggunaan aplikasi, webinar, dan kanal media sosial. Sementara itu, penguatan ekosistem menuntut perbaikan infrastruktur digital dan pengembangan platform yang benar-benar mendukung transaksi syariah secara aman, mudah, dan transparan.

Artikel ini juga menyorot isu implementasi di tingkat cabang: ketika sistem aplikasi dikelola terpusat, percepatan perbaikan teknis di level layanan dapat memerlukan proses lebih panjang. Karena itu, peningkatan sosialisasi dan perbaikan aplikasi secara berkelanjutan diposisikan sebagai faktor yang akan menentukan apakah nasabah beralih dari layanan manual ke layanan online secara lebih luas.

Baca Juga: Mahasiswa S2 MPI Umsida Jalankan Go School Standarisasi Tilawati di SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage

Pada akhirnya, digitalisasi dipandang sebagai momentum agar Pegadaian Syariah menjadi pionir inovasi layanan keuangan syariah, sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan generasi muda—dengan syarat tantangan literasi, regulasi, serta daya saing ekosistem digital ditangani secara serius.

Sumber

Findiani, F., Fadilah, N., Juni A, F., & Latifah, F. N. (2025). Pegadaian Syariah di Tengah Digitalisasi: Peluang dan Tantangan. WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance, 4(1), 15–26.

Bertita Terkini

Wakaf Produktif Indonesia Dorong SDGs lewat Inovasi dan Profesionalisme Nadzir
December 17, 2025By
Prodi Ekonomi Syariah UMLA Tingkatkan Pemahaman Ekonomi Moneter Islam Melalui Kunjungan ke Pesya Umsida
December 11, 2025By
Kunjungan Edukatif SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen ke Prodi Perbankan Syariah Umsida
December 1, 2025By
hibah-risetmu
Dosen Perbankan Syariah Raih Hibah Risetmu Batch IX 2026 Kembangkan Riset Digitalisasi Bisnis Ibu Aisyiyah
November 18, 2025By
Kerja sama bank bukopin syariah
Kerja Sama Perbankan Syariah Umsida dan KB Bank Syariah Perkuat Pembelajaran dan Magang Industri
November 12, 2025By
Strategi Bauran Pemasaran Kuatkan Pemberdayaan Waqaf Produktif di Sidoarjo
October 31, 2025By
Tarian
Tarian Tabola Bale Dari HIMA Pesya Meriahkan Fortama FAI Umsida 2025
October 1, 2025By
Perbankan Syariah Umsida Aktif Berpartisipasi dalam Forum FGD Internasional Bersama APSKPS
September 9, 2025By

Prestasi

hibah-risetmu
Dosen Perbankan Syariah Raih Hibah Risetmu Batch IX 2026 Kembangkan Riset Digitalisasi Bisnis Ibu Aisyiyah
November 18, 2025By
Azifatul Hanna Raih Yudisium Terbaik Prodi Perbankan Syariah Umsida ke-45 dengan IPK 3,91
July 21, 2025By
Kaprodi Perbankan Syariah Umsida Tunjukkan Komitmen dalam Penelitian di RisetMu Batch VIII
December 13, 2024By
Sesuai Target, Mahasiswa Ikom Sabet Tiga Medali Emas Cabor Renang Pada Pomprov Jatim 2023
July 23, 2023By
Seimbangnya Pengetahuan dan Skill Menjadi Kunci Mahasiswa Ikom Dalam Meraih Juara Pada PILMAPRES PTMA
April 15, 2023By
Battle of Agencies Berakhir, Selamat Kepada Para Pemenang!
March 6, 2023By
Top! Lagi Lagi Mahasiswa Ikom Borong Medali Juara Dalam Kejuaraan Karate Nasional
February 20, 2023By
Selamat! Mahasiswa Ikom Umsida Raih 3 Medali Dalam Kejuaraan Renang Tingkat Nasional
February 7, 2023By