Perbankansyariah.umsida.ac.id-Permodalan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, termasuk di Sidoarjo. Program Studi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PBS Umsida) hadir sebagai pionir dalam mengedukasi dan mendorong pemanfaatan teknologi finansial berbasis syariah, khususnya Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending Syariah. Melalui pendekatan ini, diharapkan UMKM dapat memperoleh akses permodalan yang adil, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
Baca Juga:Islamic Social Finance: Solusi di Tengah Ketidakstabilan Ekonomi Global
Tantangan Permodalan UMKM di Sidoarjo
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, termasuk di Sidoarjo. Namun, akses permodalan masih menjadi hambatan utama bagi banyak pelaku usaha mikro. Beberapa faktor seperti keterbatasan aset untuk jaminan, minimnya pemahaman tentang sistem keuangan formal, dan ketergantungan pada modal pribadi menjadi penghalang bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Menurut data yang dipaparkan dalam penelitian ini, sekitar 62,5% UMKM di Sidoarjo belum memanfaatkan layanan fintech P2P Lending Syariah. Salah satu alasannya adalah rendahnya literasi keuangan digital di kalangan pelaku usaha. Mereka cenderung memilih sumber pendanaan tradisional daripada teknologi finansial berbasis syariah. Di sisi lain, 37,5% UMKM yang telah memanfaatkan fintech P2P Lending Syariah merasakan manfaat signifikan dalam mempercepat sirkulasi modal dan meningkatkan produktivitas usaha.
Peran Strategis Fintech P2P Lending Syariah dalam Perekonomian Lokal
Fintech Peer-to-Peer Lending Syariah adalah sistem pembiayaan yang menghubungkan pemberi modal dengan peminjam melalui platform digital, dengan prinsip yang sesuai dengan syariat Islam. Model ini tidak melibatkan riba, spekulasi (maysir), atau ketidakpastian (gharar). Prinsip dasar yang diterapkan adalah transparansi, keadilan, dan berbagi risiko (risk-sharing).
PBS Umsida berperan aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pemanfaatan Fintech P2P Lending Syariah kepada pelaku UMKM di Sidoarjo. Dengan pendekatan akademis yang berbasis penelitian dan praktik langsung, mahasiswa dan dosen PBS Umsida menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam edukasi ini adalah pemahaman mengenai akad-akad syariah yang berlaku dalam transaksi P2P Lending, seperti akad Al-Bai’, Ijarah, Mudharabah, Musyarakah, dan Qardh. Edukasi yang holistik ini memastikan bahwa setiap transaksi sesuai dengan prinsip syariah yang transparan dan berkeadilan.
Upaya PBS Umsida dalam Meningkatkan Literasi Fintech Syariah
PBS Umsida berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membentuk jaringan kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan syariah dan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui kegiatan seminar, workshop, dan pengabdian kepada masyarakat, PBS Umsida terus memperluas cakupan edukasi keuangan syariah.
Selain itu, PBS Umsida juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam penelitian dan program magang di lembaga fintech syariah. Hal ini diharapkan dapat membentuk generasi profesional yang memiliki keahlian di bidang keuangan syariah dan mampu menjawab tantangan global.
Secara khusus, peran PBS Umsida dalam meningkatkan literasi fintech syariah di Sidoarjo merupakan langkah nyata dalam mendukung inklusi keuangan syariah di Indonesia. Tidak hanya fokus pada aspek teoritis, namun juga berorientasi pada solusi praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
Baca Juga:Investasi Digital Sesuai Syariah: HIMA Pesya Umsida Gelar Webinar Bersama CGS
Fintech Peer-to-Peer Lending Syariah merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi tantangan permodalan UMKM di Sidoarjo. Melalui pendekatan akademis yang inovatif dan kolaboratif, PBS Umsida terus memainkan peran penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan masyarakat dan pelaku UMKM.
Dengan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika dan sinergi dengan berbagai pihak, PBS Umsida siap menjadi pionir dalam pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Ke depan, diharapkan inovasi ini tidak hanya memberikan dampak positif pada sektor ekonomi, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Sumber: Indonesian Journal of Law and Economics Review, Vol 18 No 3 (2023)
Penulis:AHW