Perbankansyariah.umsida.ac.id – Transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM berbasis komunitas seperti Aisyiyah.
Baca Juga: Pegadaian Syariah di Era Digital Peluang Tantangan dan Arah Solusi
Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) turut bersinergi dalam kegiatan pelatihan pemasaran digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi anggota Aisyiyah Desa Kenongo.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Hibah Pengabdian Masyarakat RisetMu ke-IX ini digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di SD Muhammadiyah 8 Tulangan (Muhdelta), Jl. Raya Kenongo, Sidoarjo. Sekitar 25 peserta hadir sejak pukul 12.30 WIB untuk mengikuti pelatihan yang mengintegrasikan penguatan literasi digital dan nilai-nilai bisnis syariah.
Penguatan Manajemen Bisnis Syariah Berbasis Nilai
Sesi pertama menghadirkan Dr. Menur Kusumaningtyas, SE., MM yang memaparkan materi tentang manajemen bisnis syariah. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pondasi usaha dalam perspektif syariah tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga keberkahan dan ridha Allah.
Menurutnya, prinsip kejujuran, amanah, serta tanggung jawab sosial harus menjadi dasar dalam setiap aktivitas bisnis. “Bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari ibadah dan upaya meraih keberkahan,” ujarnya di hadapan peserta.
Pendekatan ini dinilai relevan bagi ibu-ibu Aisyiyah yang sebagian besar menjalankan usaha skala mikro dan kecil. Dengan fondasi syariah yang kuat, UMKM diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Optimalisasi Pemasaran Digital dan Artificial Intelligence
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Fitri Nur Latifah, SE., MESy yang membahas pemanfaatan platform digital serta teknologi AI dalam pengembangan usaha. Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu pembuatan konten promosi, analisis pasar sederhana, hingga pengelolaan administrasi usaha.
“Tujuannya agar ibu-ibu di Desa Kenongo semakin melek teknologi. Dengan bantuan AI, diharapkan aktivitas harian dan pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien,” ungkapnya.
Dalam sesi praktik, peserta didampingi langsung oleh mahasiswa Prodi Perbankan Syariah Umsida. Pendampingan ini menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, sekaligus sarana mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu keuangan dan manajemen syariah di tengah masyarakat.
Meski sempat terdapat kendala teknis ringan, antusiasme peserta tetap tinggi. Salah satu peserta, Ibu Iffa, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami ibu-ibu Aisyiyah yang mempunyai usaha UMKM,” tuturnya.
Sinergi Akademisi dan Pemberdayaan Ekonomi Syariah
Keterlibatan Prodi Perbankan Syariah Umsida dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis syariah di tingkat desa. Melalui integrasi literasi digital dan prinsip keuangan syariah, diharapkan UMKM Aisyiyah mampu meningkatkan daya saing tanpa meninggalkan nilai spiritualitas.
Baca Juga: Kitab Falak Abad ke-19 Presisi Tentukan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026
Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama. Selain meningkatkan kapasitas digital peserta, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas perempuan Muhammadiyah dalam mengembangkan ekonomi umat yang adaptif dan berkelanjutan.
Penulis: Admin








